Cara Membuat Lapangan Pickleball dari Persiapan Sampai Jadi
Mau bikin lapangan pickleball tapi bingung mulai dari mana? Tenang—membangun lapangan pickleball sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Banyak orang langsung fokus ke cat warna atau net, padahal fondasi dan ukuran justru yang paling penting sejak awal.
Artikel ini membahas cara membuat lapangan pickleball dari persiapan sampai jadi secara runtut dan praktis. Mulai dari persiapan lahan, penentuan ukuran, pemilihan material, pengecoran, hingga finishing. Jadi, sebelum proyek dimulai, Anda sudah punya gambaran jelas dan tidak asal jalan.
1. Persiapan Lahan Sebelum Pembangunan
Langkah pertama dalam cara membuat lapangan pickleball adalah menyiapkan lahan dengan benar. Tanah yang tidak stabil sering jadi penyebab utama lapangan cepat retak atau bergelombang. Banyak proyek gagal bukan karena finishing jelek, tapi karena pondasi awal kurang matang.
Persiapan biasanya meliputi pembersihan area dari rumput dan akar pohon, pengecekan kontur tanah, serta pemadatan menggunakan stamper atau roller. Dalam praktik nyata, banyak lapangan komunitas perumahan rusak karena dibangun di atas tanah urug yang belum padat. Baru beberapa bulan digunakan, permukaan sudah turun dan akhirnya harus diperbaiki ulang—yang tentu saja bikin biaya membengkak.
Selain itu, sistem drainase wajib dipikirkan sejak awal. Air hujan yang menggenang bukan hanya membuat lapangan licin, tapi juga merusak lapisan akrilik dalam jangka panjang. Jadi pastikan ada kemiringan ringan dan saluran air di sekeliling area.
Checklist Persiapan Lahan
- Bersihkan area proyek
- Ratakan permukaan tanah
- Padatkan tanah berlapis
- Buat saluran drainase
Tabel Risiko Lahan
| Masalah | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Tanah lunak | Permukaan lapangan turun dan retak | Pemadatan tanah berlapis sebelum pengecoran |
| Tanpa drainase | Genangan air dan lapangan cepat rusak | Membuat saluran air di sekeliling lapangan |
| Kontur tanah miring | Permukaan tidak rata dan pantulan bola terganggu | Perataan lahan sebelum pembangunan |
2. Menentukan Ukuran dan Layout Lapangan
Setelah lahan siap, tahap berikutnya dalam cara membuat lapangan pickleball adalah menentukan ukuran yang presisi. Jangan asal kira-kira—ukuran yang salah bisa membuat permainan tidak nyaman dan berpotensi harus dicat ulang.
Gunakan referensi resmi seperti ukuran lapangan olahraga pickleball, pahami detail pada spesifikasi lapangan pickleball, dan lihat contoh visual dari gambar lapangan pickleball beserta ukurannya agar proses marking lebih akurat. Banyak kasus kontraktor pemula harus menghapus garis karena jarak terlalu sempit atau posisi net tidak sesuai standar.
Ukuran Standar Lapangan
| Komponen | Ukuran |
|---|---|
| Panjang Lapangan | 13,41 meter |
| Lebar Lapangan | 6,10 meter |
| Tinggi Net Tengah | 86 cm |
| Area Bebas Minimum | 2 meter di sekeliling lapangan |
Tips Layout
- Gunakan meteran profesional
- Tandai garis menggunakan tali bangunan
- Periksa ulang sebelum pengecoran
3. Memilih Material Lantai yang Tepat
Material lantai sangat menentukan kenyamanan bermain sekaligus umur lapangan. Dalam praktik cara membuat lapangan pickleball, material yang umum digunakan adalah beton dengan finishing akrilik atau karpet olahraga PVC untuk indoor.
Contoh nyata: ada komunitas yang memilih cat tembok biasa untuk menghemat anggaran. Awalnya terlihat oke, tapi setelah beberapa bulan permukaan menjadi licin dan warna cepat pudar. Akhirnya mereka harus mengecat ulang—biayanya justru lebih besar. Untuk gambaran anggaran realistis, Anda bisa melihat referensi biaya pembuatan lapangan pickleball sebelum menentukan material.
Perbandingan Material
| Material | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Akrilik | Anti slip, nyaman dimainkan, warna tahan lama | Biaya awal lebih tinggi dibanding material lain |
| Beton | Kuat, kokoh, tahan beban berat | Perlu finishing tambahan agar tidak licin |
| PVC Olahraga | Empuk, nyaman untuk sendi, pemasangan relatif cepat | Lebih cocok untuk lapangan indoor |
4. Proses Pengecoran dan Pondasi
Tahap inti dalam cara membuat lapangan pickleball adalah pengecoran. Permukaan harus benar-benar rata karena pantulan bola sangat dipengaruhi struktur lantai.
Biasanya digunakan beton dengan ketebalan minimal 10 cm. Lapangan juga perlu kemiringan sekitar 0,5–1% agar air hujan mengalir ke drainase. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah proses curing yang terlalu cepat. Banyak orang tidak sabar dan langsung mengecat, padahal beton belum matang—hasilnya retak dalam waktu singkat.
Langkah Pengecoran
- Pasang tulangan besi
- Tentukan kemiringan
- Cor beton bertahap
- Lakukan curing minimal 14 hari
Standar Teknis
| Parameter | Standar Teknis |
|---|---|
| Ketebalan Beton | Minimal 10 cm untuk kekuatan dan stabilitas permukaan |
| Kemiringan Permukaan | 0,5% – 1% untuk membantu aliran air dan mencegah genangan |
| Waktu Curing Beton | 14 – 28 hari sebelum proses finishing atau pengecatan |
5. Finishing Permukaan dan Pengecatan
Setelah beton kering sempurna, lanjut ke tahap finishing. Di sinilah lapangan mulai terlihat profesional sekaligus aman digunakan.
Lapisan akrilik biasanya diaplikasikan agar permukaan tidak licin dan warna tahan lama. Pengecatan garis juga harus presisi—selisih beberapa sentimeter saja bisa memengaruhi permainan.
Langkah Finishing
- Bersihkan permukaan beton
- Aplikasikan primer
- Lapisi coating akrilik
- Cat garis sesuai standar
6. Instalasi Net dan Fasilitas Pendukung
Tahap terakhir dalam cara membuat lapangan pickleball adalah pemasangan net dan fasilitas tambahan. Walau terlihat sederhana, detail seperti tinggi net sangat berpengaruh pada kualitas permainan.
Selain net, fasilitas seperti lampu LED olahraga memungkinkan penggunaan malam hari. Pagar pengaman juga penting agar bola tidak keluar area terlalu jauh dan mengganggu lingkungan sekitar.
Fasilitas Tambahan
- Net standar pickleball
- Lampu LED olahraga
- Bangku pemain
- Pagar pengaman
Kesimpulan
Proses cara membuat lapangan pickleball sebenarnya tidak rumit jika dilakukan bertahap dan sesuai standar. Mulai dari persiapan lahan, penentuan ukuran, pemilihan material, pengecoran, hingga finishing—semua tahap memiliki peran penting dalam menentukan kualitas akhir lapangan. Dengan perencanaan yang matang, lapangan bisa lebih awet, aman, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Jika Anda ingin konsultasi pembangunan lapangan pickleball, silakan hubungi 0813-1888-3437 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
FAQ – Pertanyaan Umum
1. Berapa lama proses pembuatan lapangan pickleball?
Durasi pengerjaan tergantung ukuran dan kondisi lahan, namun umumnya beberapa minggu.
2. Apakah lapangan pickleball bisa dibuat indoor dan outdoor?
Bisa. Perbedaannya hanya pada material lantai, sistem drainase, dan pencahayaan.
3. Apakah wajib menggunakan kontraktor spesialis?
Sangat disarankan agar hasil sesuai standar teknis, lebih awet, dan minim risiko kesalahan konstruksi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar